penatalaksanaan angina

angina sebenarnya bukan penyakit, tetapi merupakan gejala dari penyakit. perasaan nyeri pada dada.
sebelum penatalksanaannya, harus paham terlebih dahulu jenis2 angina. karena pengobatannya juga akan berbeda.

ada 3 jenis angina
1. angina stabil/ klasik/ obstruktif
angina ini penyebabnya adalah obstruksi pada pembuluh darah. biasanya terasa setelah latihan.

2. angina varian/spasospatik/prinsmetal
disebakan karena pembuluh darah mengalami kejang (spasme). prevalensinya jarang. bisa juga terjadi saat sedang istirahat.

3. angina unstabil
berasal dari angina stabil, terjadi karena adanya plak yang pecah sehingga mengganggu aliran darah. ini merupakan merupakan angina yang paling berbahaya.


I’ll try to explaind with a simple word..

pilihan obatnya
1. NO ( gliseril trinitrat, ISDN/ isosorbit dinitrat, dan ISMN/isosorbit mononitrat)
NO gliseril ini digunakan dalam keadaan akut (karena kerjanya lebih pendek dibandingkan dengan ISDN dan ISMN), bentuk sediaan yang digunakan itu sub lingual. selain sub lingual juga ada tablet, vial, infus,dan tablet kunyah (MIMS 2009)
hasil diskusi bersama anggota APT yang lain sepakat: ISMN lebih baik digunakan dibandingkan ISDN, karena bentuk aktif dari ISDN adalah ISMN.
ISMN, ISDN biasanya digunakan untuk profilaksisnya.
yang beredar di INdonesia : ISDN, ISMN dan NO gliseril trinitrat.
dari segi harga, yang lebih murah adalah yang NO, sedangkan untuk ISDN dan ISMN tidak jauh berbeda.

2. B Bloker
beta bloker digunakan untuk terapi angina stabil dan unstabil. kerjanya untuk menghambat efek simpatis pada pembuluh darah sehingga tidak terjadi kontriksi (vasodilatasi yang diharapkan )

3. CCB (Ca Chanel Bloker)
digunakan untuk mengobati angina varian. prinsipnya: angina varian disebabkan oleh spasme( spasme terjadi karena kontriksi, kontriksi bisa terjadi kalau ada Ca 2+), spasme dihambat dengan menghambat si CA masuk sel,,sel kontriksi tidak terjadi..
CCB yang banyak di Indonesia amlodipin (tablet sama tablet salut selaput), yang lainnya ada verapamil, diltiazem dan nifedipin (lihat aj di MIMS atau ISO)

obat lain yang bisa digunakan
1. antiplatelet: terutama untuk pasien angina unstabil (karena adanya plak . biasanya diberikan aspirin (80-130 mg).selain aspirin juga bisa diberikan klapidogrel. tetapi jagn langsung menggunakan klapidogrel. jika aspirin tidak memberikan efek karena ada masalah di lambung, atasi hal tersebut: misalnya dengan memberi PPI (pompa proton inhibitor), kmd dilihat efeknya lagi. (intinya aspirin adalah pilihan utama untuk antiplatelet, jgn dengan begitu mudah mengganti dg obat lain) I hope u can get the point…

2. pemberian antikolesterol: misalnya statin, mengurangi aterosklerosis. I guess u know why we have to adding this drug,,,

3. pemberian preparet Fe. jika angina disebabkan karena kekurangan darah (remember that: nyeri disebabkan karena kurangnya suply O2, so jika terjadi anemia angina juga bisa terjadi.) jika pasien tsb anginanya disebabkan oleh anemia, tidak perlu diberikan B-Bloker atau CCB, cukup Fe sama NO

4. untuk pasien angina yang disebabkan karena gangguan pada tiroid bisa diberikan carbimazol dan levotiroksin (g terlalu paham mengenai ini )

kesimpulan
1. untuk akut diberi NO
2. stabil angina : BB
3. unstabil angina : BB + NO ( bisa juga ditambah CCB)
4. varian angina : CCB dengan atau tanpa NO ( bisa juga ditambah BB)

TIPS: pelajari patofisiologi dan mekanisme kerja obat, sehingga lebih mudah untuk memahami pilihan obatnya

This entry was posted in all about farmasi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s