kasus anemia

ANEMIA

Pasien wanita 50 tahun datang menemui dokter dan mengeluhkan lelah, sesak nafas, kaki dan pergelangan kakinya bengkak dan membran mukosanya pucat. Dari hasil pemeriksaan fisik terlihat bahwa kuku pasien berbentuk sendok. Setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium diperoleh hasil sbb:

WBC                4×109 /L

RBC                  3 x 109/L

Hb                    7 g/dL

MVC                70 fL

Berdasarkan hasil pemeriksaan labor ini, dokter mendiagnosa pasien ini mengalami anemia difisiensi besi. Karena nilai MVC dan Hb nya yang rendah.

Pertanyaan:

1.       Apakah yang dimaksud dengan anemia defisiensi besi

2.       Apakah penyebab anemia defisiensi besi?

3.       Apakah gejala anemia defisiensi besi?

4.       Bagaimana penataksanaan pasien ini

5.       Apa yang harus diinformasikan kepada pasien atau keluarga pasien?

 

 

Jawaban :

1.       Anemia defisiensi besi adalah anemia yang disebabkan oleh berkurang sel darah merah karena komponen pembentuknya (besi ) juga berkurang.

2.       Penyebabnya adalah: kehilangan darah dari saluran cerna atau urogenital, kebutuhan besi yang meningkat pada saat kehamilan juga bisa menyebabkan anemia ini, perempuan premenepouse, malabsorbsi akibat penyakit seliaka. Malbasorbsi karena kurangnya asupan, di daerah barat jarang terjadi.

3.       Gejala: lelah, sesak nafas, kaki dan pergelangan kaki bengkak, membran mukosa pucat stomatitis angularis, glostisis, dan yang jarang terjadi koilonikia, kuku berbentuk sendok.

4.       Berikan besi per oral untuk menggantikan dan memulihkan simpanan besi tubuh. Sebaiknya diberikan sampai MCV dan Hb mencapai nilai normal, kemudian dilanjutkan selama 3 bulan lagi untuk mencapai simpanan besi yang memadai.  Untuk dosis pengobatan yang digunakan adalah  2-4 x 300 mg per hari dan untuk pencegahan 300 mg/hari.

5.       Informasi kepada pasien: hindari pemakaian bersama obat gastritis, antibiotik tetrasiklin. Pada saat menggunakan obat hindari bersama makanan berikut ; Sereal, serat makanan, teh, kopi, telur dan susu akan menurunkan absorpsi

This entry was posted in all about farmasi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s