Neurotransmiter dan Reseptor Dopamin

Neurotransmitter adalah senyawa kimia endogen yang mentransmisikan sinyal dari neuron ke sel target melalui sinap. Neurotransmiter diklasifikasikan menjadi asam amino (contohnya asam glutamat, aspartat, serin, GABA, dan glisin), peptida dan monoamina (contohnya dopamin, noradrenalin, adrenalin, histamine, serotonin dan melonin). Contoh nurotransmiter lainnya adalah asetilkolin, adenosine, anandamide dan oksida nitrit (Anonim,2010).

Dopamin (bahasa Inggris: dopamine, prolactin-inhibiting factor, prolactin-inhibiting hormone, prolactostatin, PIF, PIH) adalah salah satu sel kimia dalam otak berbagai jenis hewan vertebrata dan invertebrata, sejenis neurotransmiter (zat yang menyampaikan pesan dari satu saraf ke saraf yang lain) dan merupakan perantara bagi biosintesis hormon adrenalin dan noradrenalin. Dopamin juga merupakan suatu hormon yang dihasilkan oleh hipotalamus. Fungsi utamanya sebagai hormon ialah menghambat pelepasan prolaktin dari kelenjar hipofisis. Dopamin yang berlebihan dapat menyebabkan schizophrenia dan bila kekurangan dapat menyebabkan penyakit parkinson (Anonim,2010).

Pada saat ini terdapat lima reseptor dopamin yang berbeda telah ditemukan, terdiri atas dua kelompok yang telah terpisah yaitu kelompok reseptor D1 dan kelompok reseptor D2. Reseptor D1 terdapat dalam kode genetik pada kromosom lima, meningkatkan cAMP dengan mengaktifkan adenilat siklase dan dijumpai terutama pada putamen, nucleus akumben dan tuberkulus olfaktorius. Anggota kedua dari golongan ini adalah D5, dikodekan oleh gen pada kromosom empat, juga meningkatkan cAMP, serta dijumpai di hipokampus dan di hipotalamus. Potensi teraupetik obat-obat antipsikotik tidak ada hubungannya dengan afinitas pengikatan pada reseptor D1. Reseptor D2 dikodekan dalam kromosom 11, mengurangi cAMP (dengan menghambat adenilil siklase), dan menghambat saluran Ca tetapi membuka saluran K. Hal ini dijumpai secara pre atau pascasinaps pada saraf dalam putamen kaudatum, nucleus akumben dan tuberkulus olfaktorius. Anggota kedua dari famili ini yaitu reseptor D3, dikodekan oleh gen pada kromosom 11, diperkirakan menurunkan cAMP dan terdapat pada korteks frontal, medula, dan otak tengah. Reseptor D4 yang terbaru dari golongan D2, juga menurunkan cAMP. Semua reseptor dopamin mempunyai tujuh daerah transmembran dan terikat dengan protein G (Katzung,1998).

This entry was posted in all about farmasi and tagged , , , . Bookmark the permalink.

3 Responses to Neurotransmiter dan Reseptor Dopamin

  1. indrasetiawan says:

    artikel nya sangat membantu😀
    terima kasih🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s